AJI Jayapura Mengecam Aksi Pengeroyokan Terhadap Jurnalis Saat Meliput Proses Penjemputan Jenazah Lukas Enembe

- 31 Desember 2023, 18:04 WIB
Warga Membawa Peti Jenazah Mantan Gubernur Papua Lukas Enembe ke Tempat Persemayaman di Koya Tengah, Kota Jayapura, Papua
Warga Membawa Peti Jenazah Mantan Gubernur Papua Lukas Enembe ke Tempat Persemayaman di Koya Tengah, Kota Jayapura, Papua /Gusti Tanati/ANTARA

PR Metro Lampung News-- Aliansi Jurnalis Independen Jayapura (AJI Jayapura) dengan tegas menyuarakan kecaman terhadap aksi pengeroyokan dan perampasan alat kerja yang menimpa jurnalis CNN Indonesia, Arie Bagus Poernomo, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Kamis 28 Desember 2023.

Berdasarkan informasi yang diterima AJI Jayapura, aksi pengeroyokan terhadap Arie Bagus Poernomo terjadi sekitar pukul 10.15 WIT saat massa menjemput jenazah mantan Gubernur Papua Lukas Enembe yang baru tiba dengan pesawat di Sentani Jayapura.

Menurut kronologi yang berhasil dikumpulkan oleh AJI Jayapura, Arie Bagus Poernomo telah dihubungi sejak Rabu malam untuk meliput perkembangan situasi menjelang penjemputan jenazah Lukas Enembe di Bandara Sentani.

Baca Juga: Menjaga Sinergi Kebijakan untuk Menjamin Stabilitas dan Mendukung Pemulihan Ekonomi

Saat jenazah tiba, situasi di Bandara Sentani awalnya terlihat aman. Arie melaksanakan tugas jurnalistiknya dengan mendokumentasikan video kedatangan jenazah mantan gubernur Papua. Setelah selesai meliput di area Bandara Sentani, massa mengiringi jenazah menuju kampus Stakin.

Namun, ketika sampai di pertigaan Pasar Lama Sentani, Arie mengalami insiden ketika seorang warga berusaha merebut alat kerja berupa telepon seluler yang digunakan untuk meliput. Arie, yang menolak menyerahkan telepon seluler tersebut, akhirnya menjadi korban pemukulan oleh sejumlah orang hingga terjatuh.

"Karena ingin mengamankan gambar hasil liputan, saya pun tertelungkup di aspal. Massa yang tak diketahui jumlahnya mulai melakukan pengeroyokan," kata Arie. 

Aksi brutal ini berlangsung sejenak. Lalu, Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus Maclarimboen, segera menghentikan tindakan kekerasan tersebut. Arie kemudian dievakuasi oleh aparat kepolisian ke Pos Brimob dan selanjutnya diteruskan ke Rumah Sakit Yowari di Sentani untuk mendapatkan perawatan medis.

Setelah pemeriksaan di RS Yowari, diketahui bahwa tempurung lutut kanan Arie mengalami cedera. Setelah mendapatkan perawatan, Arie diperbolehkan pulang dengan kewajiban menjalani pemeriksaan rutin.

Halaman:

Editor: Lutfi Yulisa


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah