Capres Perlu Menjauhi Solusi Palsu Penyimpanan Karbon CCS

- 30 Desember 2023, 16:54 WIB
Capres Perlu Menjauhi Solusi Palsu Penyimpanan Karbon CCS
Capres Perlu Menjauhi Solusi Palsu Penyimpanan Karbon CCS /Indonesia Team Lead Interim/

PR Metro Lampung News-- Para calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) mulai menunjukkan minat mereka dalam isu krisis iklim selama dua debat perdana. Hal itu diungkap Indonesia Team Lead Interim 350.org. "Meskipun ini membawa kegembiraan, namun di sisi lain, kami juga merasa khawatir bahwa hal ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung solusi palsu dalam transisi energi setelah mereka terpilih sebagai presiden," kata Firdaus Cahyadi, Indonesia Team Lead Interim, 350 Indonesia, dalam keterangan Jumat 29 Desember 2023.

Salah satu solusi palsu dalam transisi energi, menurut Firdaus Cahyadi, adalah penerapan teknologi Penyimpanan Karbon (CCS). "CCS muncul dalam debat perdana cawapres yang lalu," katanya.

CCS, tegas Firdaus Cahyadi, adalah salah satu teknologi yang diklaim dapat mengurangi Gas Rumah Kaca (GRK), penyebab krisis iklim, dengan mengurangi emisi karbon dioksida ke atmosfer. "Namun, jika dianalisis lebih dalam, CCS sebenarnya adalah solusi palsu dalam transisi energi karena penggunaannya dapat memperpanjang penggunaan energi fosil," jelasnya.

Baca Juga: Pikiran-Rakyat.com Raih Penghargaan OJK sebagai Media Daerah Terproduktif di Indonesia

"Dampaknya, penerapan teknologi CCS dapat menghambat perkembangan energi terbarukan," tambahnya.

Bukan hanya itu, menurut Firdaus Cahyadi, CCS pada dasarnya masih menghasilkan emisi GRK sendiri. "CCS menghasilkan emisi dalam proses penangkapan yang sering diabaikan," ujarnya.

Laporan Panel Antar-Pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) juga menyatakan bahwa kemampuan CCS untuk mengurangi emisi secara signifikan dalam dekade mendatang sangatlah rendah, sementara biayanya akan sangat tinggi.

Dengan biaya yang tinggi tersebut, menurut Firdaus Cahyadi, seharusnya investasi diarahkan langsung pada pengembangan energi terbarukan. "Ironisnya, pada November lalu, beberapa media melaporkan bahwa Presiden Jokowi telah bertemu dengan pimpinan perusahaan minyak multinasional asal Amerika Serikat yang berencana membangun kilang petrokimia dan CCS di Indonesia," tegasnya.

Ia menuturkan Presiden Jokowi seharusnya memahami bahwa CCS adalah solusi palsu dalam transisi energi, dan jangan hanya karena rayuannya dari triliunan rupiah. "Kita menutup mata terhadap dampak buruknya terhadap pengembangan energi terbarukan secara menyeluruh."

Halaman:

Editor: Lutfi Yulisa


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah