Tak Hanya Hepatitis Akut, Virus Monkeypox Cacar Monyet Mulai Menyebar di Eropa dan Amerika

- 23 Mei 2022, 11:49 WIB
Virus Monkeypox alias cacar monyet  mulai ditemukan di Eropa dan Amerika.
Virus Monkeypox alias cacar monyet mulai ditemukan di Eropa dan Amerika. /Pixabay/Tumisu/



PR Metro Lampung News-- Belum lama ini dunia kesehatan kembali dibuat waspada dengan ditemukannya virus hepatitis akut yang asal usul mutasi virusnya masih diselidiki oleh epidemiolog.

Namun, tantangan lain kembali muncul dengan mewabahnya virus Monkeypox alias cacar monyet di Eropa dan Amerika.

Dilansir dari National Public Radio (NPR) di AS, dilaporkan bahwa pada 18 Mei lalu, sebanyak 68 orang diduga terpapar virus cacar monyet.

Kasus tersebut tersebar di sekitar Eropa seperti Inggris, Portugal dan Spanyol, Serta negara Amerika Utara seperti Kanada dan AS.

Baca Juga: Apa Itu Sakit Cacar Monyet atau Monkeypox, Ini Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Belum diketahui pasti asal virus yang mulai menyebar di eropa dan amerika ini.

Belum diketahui juga apakah terdapat keterkaitan antar kasus-kasus tersebut.

Dikutip dari Chinese Global Television Network (CGTN) pada 20 Mei 2022, Jimmy Whitworth, seorang profesor ilmu Kesehatan Publik dari London School, menerangkan bahwa kemunculan virus cacar monyet di luar negara tropis seperti Afrika perlu menjadi perhatian para ahli.

“Kasus cacar monyet sangat jarang ditemui di luar Afrika, dan yang belum kami ketahui adalah seperti apa hubungan antar kasus di berbagai negara seperti di britania, portugal, spanyol, dan AS ini. Ini merupakan suatu hal yang mengkhawatirkan dari sisi kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Berdasarkan informasi dari WHO, cacar monyet bukanlah jenis virus baru. Kasus pertama yang teridentifikasi muncul pada tahun 1970 di negara Republik Kongo. Virus ini kemudian menyebar di negara Afrika lainnya.

Penyakit yang disebabkan oleh virus ini tergolong ke dalam jenis zoonootik, atau penyakit yang menular ke manusia dari hewan. sedangkan kasus penularannya sendiri pada manusia terjadi melalui kontak tatap muka secara intens dengan manusia ataupun hewan lain yang terjangkit virus ini.

Penyebaran juga dapat terjadi melalui transmisi barang-barang yang terpapar virus.

Hewan yang menjadi pembawa virus ini beragam, di antaranya adalah tupai liar, tikus, dan primata seperti monyet dan kera.

Gejala yang muncul saat virus mulai menginfeksi manusia adalah demam, ruam pada kulit, kelenjar getah bening yang membengkak, nyeri otot, dan sakit kepala. Selain itu, seperti kasus cacar lainnya, cacar monyet ini akan sembuh dengan sendirinya setelah dua hingga empat minggu.

Tingkat kematian pada penyakit ini cukup rendah, yaitu sekitar 3% hingga 6%. Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu panik dalam menyikapi penyebaran virus ini.

Cara pencegahan dan antisipasi yang dapat dilakukan di rumah di antaranya adalah memasak semua bahan makanan hingga matang, khususnya produk hewani, dan selalu menjaga kebersihan.***

Editor: D. W. Kusuma


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x